Panas dan teriknya matahari tidak menghalangi penulis untuk melaju ke wilayah yang dijuluki “kepala naga” di barat Jakarta. Melewati beberapa komplek perumahan yang sedang berdenyut-denyut pertumbuhannya, penulis menuju lokasi workshop dari brand pembuat miniatur figur (berdiri sejak November 2019) untuk skala 1/64 yang sedang naik daun namanya di kalangan pehobi diecast, bukan hanya di Indonesia, tapi juga manca negara. Kalian tau brand ini namanya apa? Yups, betul sekali, WTFMAD! Hari ini kami akan ngobrol dengan pendiri dari WTFMAD, mengenai miniatur figur, kustom diecast, dan tentunya lifestyle of diecaster yang juga jargon dari diecasttuner.com.

Setelah melewati beberapa ruas jalan yang melengkung dan memutar-mutar, akhirnya penulis tiba di lokasi, terletak di sebuah komplek perumahan yang ditanami pepohonan teduh dan suasana hening karena letak workshop cukup jauh dari jalan raya. Ruang workshop terasa lapang karena pengaturan furnitur yang minimalis, dihiasi sepeda dan gitar akustik berdawai nylon di pojok ruangan, kami diterima oleh tim WTFMAD yang terlihat sibuk berkegiatan, ada yang sedang mendesain menggunakan CAD dan ada yang sedang menyelesaikan pengecatan miniatur figur.

Kali ini diecasttuner.com berkesempatan untuk mewawancarai dua punggawa dari WTFMAD, yakni: Helvyn dan Banyu Genta (alias Preman SD).

Di meja kerja WTFMAD, dengan minuman yang tersaji, dan sayup-sayup musik dari era 90-an terlontar merdu dari speaker stereo. Kami pun memulai wawancara.

‌Pertama kenal diecast kapan?

Helvyn (H): Gua dari kecil sudah main diecast, dimulai dengan Tomica dan Matchbox. Saat beranjak dewasa gua sempat ngga main diecast, gua malah awalnya sempat “benci” dengan Hot Wheels (HW). Kenapa “benci”? Karena gua maniak Matchbox dan Tomica yang ada fitur pintu kebuka dan suspensi, sejak kecil gua dibeliin sama bokap dua merek itu, sedangkan HW umumnya tidak ada fitur buka pintu dan suspensi, itu kenapa gua ngeliat HW seperti not my cup of coffee, bukan selera gua. Tapi semua berubah saat gua mulai lagi main diecast di tahun 2015-an, setelah ikut komunitas Hotphy (Hot Wheels Photography), gua diajak teman untuk ikut kontes foto Hotphy, dan saat pertama ikut kontes, kebetulan gua langsung menang. Karena menang, gua harus bikin tema kontes selanjutnya dan harus beli HW untuk hadiah, akhirnya gua terpaksa belanja HW untuk hadiah. Setelah itu, gua ngga berhenti beli HW, terus, terus, dan terus-terusan beli HW. Akhirnya gua tau kalo HW itu ada di mana-mana, di Alfamaret, Indomaret, dan mall-mall. Kemudian, gua melakukan juga sesuatu yang kerap gua tanya alasannya apa, kalo selama ini gua bertanya alasannya apa saat ngeliat orang (bapak-bapak atau ibu-ibu) duduk atau nongkrong ngeliatin display HW, menyisir tiap gantungan, akhirnya gua mengalami jadi orang itu juga. Hahaha.

Banyu Genta (BG): Gue balik mulai lagi main HW sekitar 3–2 tahun lalu. Sebelumnya dari kecil sudah main diecast, terus berhenti, kemudian main Gundam, habis itu sempat main Lego. Kembali main HW lagi gara-gara anak gue, kalo lagi belanja di Carrefour selalu beli HW, tiap minggu beli. Karena kesal, akhirnya gue beli satu boks HW, gue robek boksnya, gue tempel blister-nya satu-satu di dinding, dan gue kasih harga di tiap blister HW. Jadi misalnya anak gue bilang “bapak, aku mau HW yang itu”, gue akan jawab “lihat harganya, nak”, kalo misalnya harganya 20 ribu, gue akan bilang ke anak gue, “sini kumpulkan uangmu 20 ribu, nak”, setelah uang tabungannya terkumpul, gue kasih HW yang diinginkan anak gue itu, itu awalnya, sih. Kemudian gue ketemu dengan Helvyn dan Gunawan Igun (salah satu co-founder WTFMAD juga, red), mulailah ngastem diecast, akhirnya sama mereka “main” mini figur juga;

Diecast model apa yang pertama kali disuka?

H: Setelah gua mulai menggemari diecast lagi, gua suka muscle car, lebih spesifik, gua suka mobilnya John Wick, Ford Mustang (Boss 429 atau Mach 1, tipe apa tepatnya yang digunakan John Wick masih jadi perdebatan di kalangan pencinta Mustang, red.). Kalo waktu gua kecil, gua suka Tomica Fairlady Z. Dua itu favorit gua.

BG: Gue juga suka muscle car, sama halnya dengan Helvyn, gue juga suka (Ford) Mustang;

Hal apa yg diperhatikan dan atau paling diingat dari diecast yang disuka itu?

H: Ford Mustang, karena garis-garis bodinya jelas terlihat, bongsor, dan bentuknya kekar, gayanya american banget.

Kalo Tomica Fairlady Z, gua suka karena modelnya retro sekaligus timeless, klasik, dan keren.‌

BG: Gue suka Ford Mustang, bentuknya kekar, bisa dibilang muscle car yang pertama gue suka, ya, Mustang. Selain itu, karena modelnya sesuai dengan diri gue, Mustang a.k.a. Mas-mas Ganteng, hahaha;

Diecast favorit ukuran skala brp?

H: Gua suka 1/64 dan 1/18. Gua suka detail dari 1/18, cuma price wise-nya bukan “daerah” gua untuk mainan, harganya terlalu over buat gua. Gua punya Autoart tapi bukan fokusan, beli karena pengen aja. So far favorit gua masih 1/64, all brand;

‌Merek favorit dan kenapa jadi favorit?

H: Kalo melihat detail dan bahan, gua paling suka Kyosho, selain itu Mini GT (TSM) gua juga suka. Cuma karena gua kustom diecast juga, ngga bisa disangkal kalo bahan yang paling mudah didapat ya HW, tapi gua senang banget kalo dapat kesempatan kustom Kyosho atau Mini GT, karena besi babet (Kyosho dan Mini GT) bagus banget, ngga setebal HW, slightly lebih tipis, tapi (garis-garis) body panel terlihat nyata (dalam) dan jelas banget kalo buat (detailing) lining enak banget, terus spion dan kaca terpisah semua. Proses bongkar Kyosho (untuk kustom) memang ribet, ya, tapi itu salah satu (faktor) yang menyenangkan juga (dalam proses kustom).

BG: Gue suka TLVN (Tomica Limited Vintage Neo), itu aja. Gue suka TLVN karena skalanya enak aja menurut gue, ukurannya gue suka, penyimpanannya enak pake kotak, rapih, dan harga jual kembalinya tinggi;

Livery favorit di diecast?

(H dan BG): Kami berdua suka Mine’s, yang warna dasar utamanya putih kemudian di atasnya ada tulisan Mine’s. Simpel, minimalis, dan ngga macem-macem. Menurut kami, livery dari rumah modifikasi Mine’s adalah livery paling elegan;

Suka atau tidak dengan openable parts diecast di skala 1/64? Alasannya?

H: Untuk beberapa brand, gua sebenarnya ngga begitu suka, karena sambungan nut engselnya ngga proporsional, kegedean, atau ketebalan. Sukanya openable parts bisa nambah detail interior dan atau detail mesin. Mostly, gua suka openable parts.

BG: Gue suka, karena gue ngga perlu kustom gergaji-gergaji lagi bikin buka-bukaan (Hahaha *Helvyn ketawa di belakang*), lebih enteng kerjaan gue kalo kustom. Selain itu kami (WTFMAD) juga punya produk mini figur yang bisa duduk di dalam diecast, jadi gue bisa pasang mini figur itu. Gue suka openable parts!;

Kualitas pengecatan dan konversi bodi (bodi lebar dan sayap) terkenal bagus dan juga jadi ciri khas modifikasi Madskin Custom (Diecast Kustom House milik Helvyn, Red.), kenapa fokus di dua hal itu?

H: Gua dalam proses produksi selalu memerhatikan bahan yang dipakai, gua juga “berangkatnya” dari model kit, rakit Gundam, jadi dalam pengecatan gua terbiasa pake bahan cat dari hobby base brand. Untuk primer, gua pake Sikken atau Mr. Hobby, cat utama, gua pake Mr. Hobby, dan finishing coat, gua selalu pake Blinken.

Kalo wide body gua pake epoclay, dibuat manual. Tapi sebelum dibuat manual, karena kebetulan gua bisa software modelling 3D, gua buat model 3D-nya terlebih dahulu supaya terlihat proporsional dan make sense untuk wide body yang gua desain, setelah desain 3D selesai dibuat, gua akan pasang epoclay yang dibuat manual di diecast yang akan gua kustom, kemudian akan gua potong (bentuk) sesuai dengan desain 3D yang sudah gua buat, sampai bentuk wide body sesuai dengan apa yang gua inginkan.

Gua fokus di dua hal itu (wide body dan pengecatan), karena dua hal itu memengaruhi finishing product sebagai final presentation dari kustoman gua. Kenapa orang mau membayar mahal? Mereka pasti mengharapkan final product yang perfect. Dengan biaya kustom yang tidak sedikit dan dengan charge yang mahal, sebagai bentuk pertanggungjawaban, kustom yang gua buat hasilnya harus sebagus mungkin dan terbaik yang bisa gua lakukan;

‌Tips dan trick untuk diecaster yang ingin mulai kustom diecast?

H: Biasakan mengenal alat dan bahan terlebih dahulu. Misal: cat, saat awal kita mulai kustom biasanya bahan yang digunakan kualitasnya belum bagus, biasanya kustomizer mulai dengan alat dan bahan yang semampu kita beli, di situ tricky-nya. Saat pertama kali biasanya menggunakan cat kaleng, Nah, dari segi partikel, cat kaleng beda dengan cat khusus hobi, cat kaleng (semprot) partikelnya lebih besar. Saat lu semprot ke bodi diecast, kalo belum begitu mengerti teknik jarak semprot dan teknik tekanan semprot (karena jarak semprot terlalu jauh menyebabkan catnya sudah bereaksi (matang) sebelum menempel di bodi diecast dan juga karena tekanan semprot yang tidak merata) akibatnya hasil pengecatannya kemungkinan besar akan terjadi “kulit jeruk”. Kalo untuk permulaan belajar tidak apa-apa, tapi sebaiknya setelah beberapa lama mengecat menggunakan cat kaleng, kustomizer nabung untuk membeli proper tools, karena dengan menggunakan alat dan bahan yang sesuai akan menurunkan error rate yang terjadi saat lu ngastem.

BG: Kalo dari gue, tipsnya, kenali alat dan bahan yang lu punya. Manfaatkan sebesar mungkin yang lu punya. Kalo sudah hapal dengan alat dan bahan yang biasa lu gunakan, monggo, eksplorasi lagi. Itu aja;

WTFMAD, sejarah terbentuknya bagaimana?

H: WTFMAD dimulai dari dua orang, gua dan satu orang teman, namanya Zhimet. Dari dulu basic skill kami memang sama, graphic designer (2D graphic designer, 3D graphic designer, motion graphic designer, sampai video mapping designer). Selain itu, lingkup kegemaran kami juga sama: anime, movie, dan game. Dari situ, dengan latar belakang yang kami punya, kami mulai masuk ke mini figur karena figur termasuk sesuatu yang lumayan mahal di Indonesia dan kami punya konsep-konsep yang belum dituangkan untuk mini figur. Karena kami bisa menggunakan software 3D, akhirnya kami berpikir untuk membuat mini figur sendiri. Kami memilih memulai dengan membuat skala 1/64, karena mini figur untuk skala 1/64 bisa dibilang susah didapat, saat itu brand miniatur figur khusus skala 1/64 belum ada yang terekspos. Biasanya diecaster menggunakan alternatif mini figur skala HO/H0 (1/87) merek Preiser dan Noch untuk digunakan dengan diecast skala 1/64. Jadi, ceruk pertama yang kami ambil adalah mini figur skala 1/64;

‌WTFMAD artinya apa?

H: WTFMAD gabungan dari dua brand yang sudah ada. WTF dari WTFWORK, brand yang dimiliki Zhimet dan MAD dari MADSKIN, brand yang gua miliki;

Sumber inspirasi produk-produk WTFMAD?

H: Kebetulan References gua dan Zhimet cenderung hampir sama. Kami suka sub culture, urban fashion, street fashion, pop culture, film, game, dan car culture, (“cewek juga jangan lupa”, usul Banyu Genta) oia, cewek juga, tentunya, hahaha. Dari kecenderungan yang kami suka itu, kami cari celah yang belum ada di mini figur. Akhirnya kami (Helvyn dan Zhimet) memutuskan bisa “bermain” di tema fashion. Lalu, untuk menghubungkan antara miniatur figur dan diecast dengan fashion, kami akhirnya memulai fokus dengan car culture. Selama ini car culture di mini figur hanya mengenal beberapa car culture seperti yang ada dalam film Fast and Furious, dan muscle car. Belum ada yang mengenalkan bosozoku, bisa dibilang kami yang memperkenalkan pertama kali mini figur bosozoku, kami juga sedang mengembangkan tema kanjozoku, kami juga sudah membuat mini figur bertema chicano (amerika latin), dan cholo atau chola. Kebetulan salah satu klien kami adalah real life cholo, mereka sekeluarga cholo, saat mereka pertama kali melihat mini figur kami, mereka terkesima dan langsung memborong produk kami. Jadi konsep kami memang fokus di konsep fashion, street fashion, dan car culture.

Selain itu kami juga meng-absorb keinginan-keinginan dari pelanggan kami, usulan dari mereka jadi input berharga buat kami.
Oia, kami ada benchmark untuk produk mini figur, salah satu merek dari Hongkong, mereka gua akui top of the line, finishing-nya extraordinary, gokil. Kami mengejar kualitas yang telah mereka capai;

Ke depannya WTFMAD akan seperti apa?

BG: Keinginan gue ngga muluk, gue ingin WTFMAD jujur di dalam industri, produk-produk kami bisa dikenal banyak orang, dan tiap hari ada model baru yang bisa kami produksi. Gue berharap teman-teman yang biasa nongkrong sama kami bisa ngumpul di sini, berbagi konsep. Gue juga berharap bisa berbagi kesenangan dan berbagi kerjaan ke teman-teman. Itu aja, sih.

H: Fokus kami jangka pendek tetap di 1/64 sambil menguatkan brand WTFMAD sebagai “The First 1/64 Scale Figure that Focus on Fashion and Car Culture”. Input dari Banyu Genta untuk menambahkan line skala 1/24 sedang diproses karena skala 1/24 lumayan populer juga, selain itu dia ingin ada tema movie di produk kami juga;

 

Tema Adult termasuk juga kah?

BG: Ada juga, termasuk movie series juga sebenarnya, hahahaha.

H: Adult termasuk hi demand. Kami masih memikirkan bagaimana cara jualnya, karena adult theme adalah hal yang sensitif buat pasar di Indonesia. Banyak yang mau, tapi akan banyak kontroversinya;

Obrolan kami pun masih terus berlanjut. Di sela tawa dan canda, obrolan berjalan sangat cair. Kali ke sekian, diecasttuner.com diterima dengan baik oleh narasumber kami.

Obrolan yang dituliskan dan dimuat di diecasttuner.com ini kami lakukan mulai dari siang yang panasnya terik hingga sore yang dinginnya menggigit dengan diiringi derasnya hujan dan kilatan petir yang sambar-menyambar.

Terima kasih, WTFMAD Krew, lain kali mari ngobrol seru lagi.

Foto : Aditya & Dok. WTFMAD Industries