‌Evilsonicz, sejarah terbentuknya bagaimana?

Setelah perkenalan dengan kustom diecast di tahun 2012, Evilsonicz sebagai customizer dan collector mulai terbentuk seiring waktu, pertamanya Evilsonicz itu nama gimmick pribadi. Nama Evilsonicz bahkan sudah lama jadi nama akun facebook, bahkan sebelum koleksi dan kastem diecast atau bahkan sebelum koleksi mokit.

Nah, nama Evilsonicz (ini pertama kali asal nama Evilsonicz dibongkar) berasal dari salah satu lagu Slipknot, Heretic Anthem, di lagu itu ada lirik “Evilsonicz”, wah, keren banget nih. Kata-kata yang umum biasanya hypersonic atau supersonic, nah, ini evilsonic! Akhirnya nyangkut kata itu, kemudian Evilsonicz dipakai untuk nama di facebook. Setelah mulai koleksi diecast dan kustom di 2012, yang digunakan sebagai sosial media adalah akun facebook dengan nama Evilsonicz yang sudah lama ada itu, selanjutnya orang-orang mulai tau nama Evilsonicz sebagai kolektor dan customizer diecast, akhirnya penggunaan Evilsonicz sebagai identitas keterusan sampai sekarang karena sudah kepalang tanggung.

 

Gua (akhirnya Om Grand pakai kata ganti orang pertama ‘gua’. Red.) dari awal bikin Evilsonicz sebenarnya pengen banget membentuk organisasi yang konsepnya seperti Hells Dept, bukan copy paste ya, lebih ke terinspirasi. Jadi, saat Evilsonicz mulai berjalan (sebenarnya belum banyak yang tau tentang cerita ini) sempat ada masa di mana di dalam Evilsonicz terdapat beberapa orang customizer, di luar yang dipakai tetap pakai nama Evilsonicz, sebagai benderanya. Awalnya kami sering kumpul bareng, sama-sama suka kustom, kemudian tercetus ide, gimana kalo bisnis bareng, setiap individu ngeluarin ide, bikin kustom masing-masing, dan hasilnya dijual sebagai karya Evilsonicz. Beberapa orang setuju dan kemudian kami mulai jalan konsep kerja bareng di bawah satu bendera, Evilsonicz Cuztoms. Bentuk formula kumpulan customizer seperti Hells Dept ini berjalan tidak begitu lama, kisaran satu sampai dua tahun, karena alasan kesibukan pekerjaan sehari-hari, akhirnya mereka satu-persatu mundur. Kemudian Evilsonicz kembali ke konsep awal lagi, gua sendiri yang melanjutkan apa yang sebelumnya sudah berjalan di Evilsonicz sampai saat ini;

Kenapa memilih lokasi toko di Senayan Trade Center (STC)?

Dulu pertama kali kustom, workshop pertama lokasinya di rumah, lebih tepatnya di dapur, karena keterbatasan tempat. Cari meja, buat station sendiri, ambil laptop, dan printer taro di dapur. Workshop di rumah berjalan dari tahun 2012–2015. Semua dilakuin di rumah, ngecat di kamar mandi, ngecat di dapur. Setelah itu pelan-pelan nabung, karena spot makin tergeser keperluan dan kebutuhan rumah, merasa ngga mungkin begini terus, kemudian mulai cari tempat. Kebetulan di tahun 2015 teman-teman banyak yang buka toko diecast di STC, kemudian iseng lihat-lihat di STC, ternyata di dalamnya banyak toko hobi, utamanya toko diecast. Setelah survey ke berbagai tempat, akhirnya tahun 2015 Evilsonicz buka toko buat jualan diecast dan kustom workshop di STC dan alhamdulillah masih terus running sampai 2019 ini. Toko di STC ini belakangan fokus sebagai workshop kustom, jualan diecast malah sebagai sampingan. Karena umumnya orang (bahkan sampai saat ini) taunya Evilsonicz sebagai customizer, bukan toko diecast.

Kemudian diperkembangannya kebentur lagi, karena semakin banyak demand, permintaan juga semakin beragam. Akhirnya lokasi di STC ngga mumpuni lagi untuk tempat kerja (untuk pekerjaan lebih rumit) akhirnya Evilsonicz buka workshop satu lagi di Jakarta Timur. Di Jakarta Timur khusus untuk kustom workshop, sedangkan di STC untuk kustom workshop, show room, dan jual diecast. Akhirnya pembagian tugas dibagi dua, toko di STC gua percayakan ke teman gua, Om Aldi. Sedangkan gua pegang workshop di Jakarta Timur.

 

Logo pertama Evilsonicz Cuztoms itu unik banget (kalo dilihat dari kacamata awam seperti gua, ya. Red.). Siapa yang mendesain dan kenapa bentuknya seperti yang ada sekarang?

Awalnya kami hanya menggunakan nama Evilsonicz saja, tidak ada logo. Namun, kami sering banget diminta untuk bikin logo oleh temen-temen diecast, “tolong bikinin logo garage ini atau logo garage itu”, lama-lama karena malu sering diminta bikin logo tapi sendirinya tidak punya logo, kami mulai iseng corat-coret nyari bentuk logo yang enak dilihat dan simpel. Kemudian kami milih logo font (tulisan), jadilah logo pertama Evilsonicz Cuztoms/Evilsonicz Garage. Logo kedua kami, yang berupa gambar, menampilkan bentuk X dengan inisial E, C, T (huruf T nya berbentuk pen airbrush), dan simbol tengkorak di atasnya, berasal dari pengembangan logo font pertama kami. Kalo dilihat lebih detail logo pertama kami, di titik huruf i kedua pada tulisan Evilsonicz ada gambar tengkorak, nah, tengkorak itulah yang kemudian kami kembangkan menjadi logo kedua Evilsonicz.
Ke depannya Evilsonicz akan seperti apa?

Di kepala gua udah ada beberapa konsep, tapi belum dijalanin aja. Gua pengen bikin evilsonicz itu, hmm, bukan jadi seperti perusahaan ya. Namun, akan ada tambahan cabang usaha lagi, bukan hanya jual diecast dan kustom, tapi juga ada apparel merchandising (kaos dan lain-lain), dan ini udah sempat Evilsonicz lakukan. Inginnya nanti Evilsonicz akan ada grupnya, gua sebenarnya udah ada nama grup, Evilsonicz Division. Nah, nanti di bawah Evilsonicz Division akan ada: cabang jualan diecast, cabang kustom, dan cabang apparel merchandising yang berhubungan dengan diecast dan hobi.

 

Customizer Favorit dan alasannya kenapa jadi Favorit? Pilih satu aja, om?

Banyak yang jadi favorit, kalo diminta milih satu, sepertinya terlalu egois kalo gua milih salah satu. Kenapa gua bilang akan terlalu egois, karena banyak customizer yang menarik perhatian di Indonesia. Indonesia punya beragam customizer, masing-masing punya ciri yang berbeda, masing-masing punya selera yang berbeda, masing-masing punya keprigelan yang berbeda. Makanya gua ngga bisa milih salah satu. Contoh; langsung sebut nama aja ya, Indonesia punya Angga BMJ, Indonesia punya Dun Don, Indonesia punya Pak Willy Hyperblast, Indonesia punya Pak Edit Lesmana, dan Indonesia punya banyak banget customizer senior. Itu kenapa gua ngga bisa milih hanya satu favorit, karena gua suka beragam ciri, selera, dan aliran.

Dari beberapa nama yang gua sebut di atas akan kelihatan ciri dari masing-masing customizer tersebut. Ada yang lihai openable parts, ada yang lihai handpainting, ada yang lihai desain livery, ada yang lihai pengecatan, ada yang lihai desain kemasan, dan kelihaian lain yang berbeda-beda. Dan gua ngga mau harus milih atau berkubu atau condong ke satu aliran. kita sama-sama berkecimpung di dunia diecast dan sama-sama berkarya. Selain itu karena yang gua suka adalah apa yang gua suka.

Suka atau tidak dengan openable diecast di skala kecil (1/43–1/64)? Alasannya?

Kalo pribadi, gua suka openable. Kalo untuk pengerjaan kustom, terus terang, kami sebenarnya bilang ada beberapa hambatan untuk openable. Pertama, lebih makan waktu, tambah lagi risiko besar kalo salah potong, harus diperbaiki (ditambal kesalahannya) atau bahkan ganti. Openable itu sah-sah saja, hanya saja aliran (konsep) kami bukan itu, kami lebih ke desain (livery) tampo. Customizer yang lain udah berevolusi, mereka hebat-hebat, bukan hanya openable, semua diulik, mulai dari bikin pelek, ban, sayap, eksterior, sasis, interior, mesin, lampu, bahkan mungkin udah mulai ada yang pasang penggerak di mobil pakai remote control, mereka out of the box, gua salut. Kalo kami memang pakem-nya masih tetap seperti dulu, jadi tetap berusaha di jalur kami saja, karena kekuatan kami di desain, kami fokus di situ. Bukan kami tidak mau belajar lagi, tapi kami rasa sudah cukup ya, kami sudah menghabiskan banyak waktu ngulik ini dan itu di lingkup kustom dan passion kami bukan openable. Jadi biarkan yang passion-nya ke openable yang ngulik lebih lagi, kami support, supaya ada variasi. Kalo kami tidak mau sekadar ikut-ikutan, walaupun saat ini sedang trend openable.

Kalo ada yang order kustom openable, Evilsonicz masih terima?

Kami masih mau nerima kalo ada permintaan untuk kustom openable. Mungkin kita obrolin dulu mau apa aja yang openable, pintu-pintunya, kah atau pasang mesinnya, kah. Tapi kami ngga mau kesannya jadi ikut-ikutan, kami ngga mau sekadar jadi follower. Ngga enak jadi follower itu.

Tips dan trick untuk diecaster yang ingin mulai kustom diecast?

Pertama kali kustom, jangan tanggung-tanggung, jangan sayang-sayang. Belajar kustom sekalian nyemplung. Pilih diecast yang paling lu suka. Kalo lu sukanya (Nissan skyline GT-R) R34, robek langsung blister-nya, jangan takut ngga bisa beli lagi atau ngga akan dapat lagi, jangan pikirin harganya, langsung bor (buka rivet), ganti ban, ceperin, dan lain-lain, lakukan sampai selesai, lakukan sampai jadi. Jangan kustom mobil diecast yang lu ngga suka. Oke lah, untuk belajar nge-bor bisa pake diecast percobaan yang lu ngga suka. Tapi sebaiknya, saran gua, dari awal, kustom diecast yang lu suka.

Saat kustom semua ide yang ada dalam kepala, keluarin semua.  Apa yang mau dilakuin, lakuin. Jangan ragu. Selanjutnya, jangan malu untuk belajar, jangan menutup diri. Masukan dan saran telan semua, akan digunakan atau ngga sarannya itu urusan nanti. Sekali lagi, jangan malu untuk belajar.

Sore hari terasa singkat, karena obrolan pun mulai melebar ke pembahasan lain, utamanya musik. Dan tak terasa secangkir kopi hitam sudah hampir habis di-sruput dalam durasi hampir dua jam kami mengobrol.

Sampai di sini hasil wawancara kami, sebenarnya ada beberapa topik menarik seputar kecintaan terhadap diecast dan skenanya yang bisa dibicarakan dengan Om Grandz. Mungkin di kesempatan lain. Semoga.