Senja hampir terlewat saat penulis hadir di acara yang diorganisir oleh Indonesia Diecast Syndicate (IDS) di salah satu mal ter-cozy di Jakarta Barat. Setelah membeli segelas americano dengan ekstra espresso, penulis mendatangi lokasi acara kopdar. Di tempat yang sudah biasa dilakukan Kopdar Diecaster, di depan kafe yang menjadi langganan Creative Editor Diecast Tuner bersantai, penulis menjumpai beberapa diecaster yang familiar, seperti Om Antoni Kondar (ketua IDS yang belum lama ini diwawancarai DT), Om Agus Wijanto, dan diecaster-diecaster lain yang meluangkan akhir pekan mereka untuk bertemu dan berbagi info mengenai koleksi diecast mereka.

Di sebuah meja kayu berukuran besar terletak di tengah spot tempat makan luar ruang, berjejer diecast (ada resin juga) berbagai ukuran skala (1/64, 1/58, 1/43, 1/32, 1/18) dengan berbagai model mobil, mulai dari Honda NSX JTCC produk dari Tamiya 1/64 (kangen dengan merk ini), beberapa model Ferrari dengan warna khas merah produk dari Kyosho 1/64, beberapa model Honda Civic (ef, eg, ek, fd, fk, dan genio) dari Tarmac dan Inno 64, beberapa mobil reli (Celica Pikes Peak, Lancia Stratos) dan Mazda rotary RX7 (fc dan fd) dari Hot Wheels. Skala 1/32 ada VW New Beetle dari Jada. Skala 1/18 ada Mercedes-Benz 190E Evo II dengan big wing-nya, BMW E46 M3 dengan pelek BBS LM berkelir emas, dan Toyota 86 Rocket Bunny berwarna pastel abu-abu, ketiganya produk Auto Art.

Acara yang sudah diadakan 3 kali ini suasananya terasa nyaman, selain tempat yang memang fleksibel dan lapang (kursi dan meja banyak), pilihan makanan dan minuman juga berlimpah, lokasi acara yang relatif mudah dijangkau dari berbagai sudut kota Jakarta Barat, dan utamanya interaksi yang terlihat tanpa jarak antara penyuka diecast. IDS dengan Kopdar Diecaster, telah membuat ekosistem yang unik dan terbuka, dengan antusiasme berbagi informasi dan menyerap inspirasi dari sesama penyuka diecast. Tak terasa sudah dua jam lebih penulis berada di lokasi acara, semakin beranjak malam, diecaster masih berdatangan ke lokasi acara, dengan membawa koleksi diecast mereka untuk dipajang sambil menikmati suasana malam di satu sudut kota Jakarta Barat yang semakin malam semakin ramai.

Oleh: Didit | Foto: Tomi